Mt.Mahameru, termasuk gunung tertinggi di pulau jawa (3676 mdpl), salah
satu gunung dari ratusan mungkin ribuan gunung yg memanjang di kepulauan
nusantara dan salah satu gunung dari ratusan gunung api yg paling aktif
di Bumi.
Sekitar 7 tahun lalu. aku sudah lupa tahunnya berapa, seingetku aku
terakhir mendaki gunung ini, waktu itu turun lewat bromo dan setelah itu
memutuskan untuk tidak lagi mendaki sampai batas yg belum bisa
ditentukan, alasannya bagi banyak orang mungkin akan sangat tak masuk akal.
pendakian kali ini adalah pendakian yg kedua kalinya dan bagi Yudha,
pendakian kali ini untuk yg ketiga kalinya. Yudha, mahasiswa
ITS-surabaya semester akhir jurusan nggak tau (lupa nggak tanya). yudha
adalah arek malang yg baru aku kenal dari sebuah malilinglist dan
janjian ketemu di terminal arjosari - malang untuk trekking bareng ke
mt.mahameru.
***
wedus gembel dalam arti sebagian kecil masyarakat sekitar merapi berarti
asap yg keluar dan menggumpal dipuncak gunung berapi. wedus gembel akan
diartikan menjadi bahaya merapi, bila wedus gembel mulai turun gunung,
bukan kambing gunung yg turun gunung, karena gunung dipulau jawa sudah
tidak ada lagi yg namanya "kambing gunung atau wedus gembel".
Wedus gembel di MT Mahameru.
Pak Yono, hampir sebagian besar pendaki yg akan melakukan pendakian ke
puncak Mt. Mahameru, akan mengenal Pak Yono. Pria gemuk suka berkaca
mata hitam yg selalu nongkrong didepan ps. Tumpang. pak Yono, tak hanya
menyediakan jasa penginapan gratis dirumahnya yg sempit, tapi pak Yono
dengan suka rela mencarikan angkutan sejenis jeep atau truk sayur agar
para pendaki bisa melanjutkan perjalanan menuju desa Ranupane.
Jam 14:20 kami tiba di ps.tumpang. disini tak ada pendaki lainnya
kecuali aku dan Yudha, setelah ngobrol-ngobrol sama Pak Yono, ternyata
dirumahnya ada 5 orang pendaki dari Jakarta yg sedang beristirahat.
atas saran pak Yono, akhirnya kami melakukan urun rembuk untuk berbagi
ongkos bersama 5 pendaki tadi. maklum, masalah klasik lama untuk
melakukan pendakian ke puncak mahameru adalah sulitnya transportasi umum
ke desa ranu pane. jalur ini hanya bisa dilewati kendaraan four wheel
drive dan truk sedang pengangkut sayuran.
setelah sepakat dengan tariff yg ditentukan, jumlah kelompok kami
menjadi 7 orang pendaki. lumayan nambah 5 pikir kami dan kami bersedia
jadi guide gratisan karena 5 pendaki ini tak ada satupun yg sudah pernah
mendaki mt. mahameru. setelah berkemas kendaraan jeep tua taon 60-an
melaju kencang dan tak seberapa lama kami tiba di desa gubuk klakah,
jeep berhenti dan kami melakukan registrasi di Kantor pengelola TN Bromo
Tengger Semeru.
setelah dibekali surat pengantar, Jeep kami melanjutkan perjalanan,
jalan yg mulai menanjak melewati punggungan bukit dikiri kanan jalan
adalah jurang yg lumayan dalam, ternyata sekarang jalan menuju desa ranu
pane sudah sangat bagus, 90 % jalan dalam kondisi beraspal waktu tempuh
relatif lebih singkat karena berkisar 2-3 jam. setelah melewati ngadas
lalu jemplang dan tampak dari kejauhan gunung mahameru tampak gagah
kawah jonggring seloko beberapa kali mengeluarkan wedus gembelnya.
akhirnya menjelang matahari terbenam kami tiba di desa Ranu Pane.
Desa ranu pane yg dulu tampa listrik, kini sudah tersiada aliran
listrik. beberapa rumah terlihat memiliki parabola yg lumayan besar.
seingetku, dulu untuk sampai di desa ranupane diperlukan waktu hampir
setengah hari lebih.
***
setelah melaporkan ke Pos pendakian di desa ranu, sore hari begitu cepat
untuk menjadi gelap. petugas Taman Nasional menyarankan agar kami
sebaiknya menginap di pondokan pendaki. niat kami untuk melanjutkan
perjalanan kaki ke Ranu kumbolo yg berjarak 17 km dari desa ranu pane
dan bisa ditempuh selama kurang lebih 3 jam perjalanan terpaksa kami
urungkan. pondokan gratis yg disediakan pengelola tampak sangat berdebu
karena kemarau yg berkepanjangan sementara suhu udara mulai mendekati
7derajat celcius, disini kami menginap satu malam.
karena malas bongkar keril, kami berdua tidur tampa sleeping bag tampa
jaket tebal padahal suhu udara mulai mendekati 5 derajat dan kami mulai
merasakan dinginnya desa ranupane, ketika tengah malam kaki dan tanganku
mulai terasa kaku, aku mencoba untuk keluar sendirian dan memandangi
bintang-bintang yg tampak sangat terang dan ternyata di luar pondokan
pendaki suhu telah mendekati 2 derajat celcius.
aku mencoba untuk tidur, sementara yg lainnya sudah lama terlelap tidur
ada juga yg sempet tidur mengorok, duh nggak bisa terlelap mendengar
desah ngoroknya teman-teman.
Tak terasa, pagi telah tiba jam menunjukkan 5:00 pagi kami mulai
berkemas untuk melanjutkan perjalanan kaki menuju danau kecil bernama
ranu kumbolo.
Perjalanan ke danau ranu kumbolo kami tempuh selama 4,5 jam, mengingat
kami harus membimbing 5 pendaki lainnya, tak ingat berapa kali kami
harus beristirahat mengingat 5 orang pendaki itu terlihat belum terbiasa
dengan debu pasir di sepanjang jalan setapak yg kadang-kadang harus
menanjak melewati beberapa bukit untuk sampai di danau ranu kumbolo.
gunung mahameru kadang - kadang terlihat seolah mengiringi perjalanan
kami. beberapa kali aku memberitahu mereka untuk selalu menjaga
kerbersamaan.
Ketika tiba di ranu kumbolo, kami beristirahat untuk memasak dan makan
siang aku sempet juga untuk mandi dulu, setelah merasa 2 hari belum
mandi dan setelah semua selesai, kami berkemas kembali untuk melanjutkan
perjalanan kaki untuk mencapai wilayah yg bernama arcopodo. arcopodo
biasanya digunakan sebagai tempat mendirikan tenda sebelum memulai
melakukan pendakian untuk mencapai puncak mahameru.
tengah hari baru saja berlalu, panasnya sinar matahari terasa menyengat
kulit. kami kembali melanjutkan perjalanan. melewati tanjakan cinta yg
kata sebagian orang dipercaya bisa mendapatkan sepasang kekasih bila
tampa berhenti, membuat kami tetap saja harus beristirahat sejenak.
setelah itu kami harus melewati oro-oro ombo yg dalam bahasa indonesia
disebut sebagai padang savana yg luas, tapi oro-oro ombo terlihat
menghitam bekas terbakar, entah karena ulah manusia atau karena panasnya
sinar matahari.
di cemoro kandang, kami berdua sempet mengambil buah ciplukan,
wah..lumayan panas-panas bisa panen buah cipluk-an, dan setelah 4 jam
perjalanan kami akhirnya sampai juga di Kali Mati.
Di Kali mati, perjalanan kami lanjutkan, kali ini kami tak terlalu
menghiraukan 5 pendaki yg mengikuti kami, penjalanan kali mati -
arcopodo kami tempuh hanya sekitar 45 menit. sore mulai gelap dan kami
bertenda di arcopodo, sementara 5 pendaki belum juga sampai setiap ada
pendaki lainnya, kami selalu bertanya apakah ada 5 pendaki dari Jakarta.
Jam 7:00 malam, akhirnya 5 pendaki tadi sampai juga di arcopodo tapi
malam itu pula mereka memberitahukan kepada kami, kalau mereka sudah
tidak akan melakukan perjalanan menuju puncak karena temannya ada yg sakit.
Malam mulai tiba, kamipun mulai tertidur lelap dan tak terasa ternyata
pagi telah tiba, Jam 5:40 pagi kami bangun tampa pikir panjang kami
bergegas beranjak, tampa jaket kami memutuskan untuk ke puncak hanya
menggunakan baju kaos saja karena matahari pagi telah terbit.
melewati nama wilayah bernama Kelik, yg biasanya digunakan untuk
memasang IN Memoriam bagi pendaki yg tewas. dulu masih terlihat in
memoriamnya sho hok gie, tapi mungkin karena longsoran, batu nisan
banyak yg menghilang.
Melewati tanjakan pasir yg labil menuju puncak mahameru, kami membalap 2
pendaki di cemoro tunggal jam 08:20 kami tiba di puncak mahameru.
perjalanan dengan kecepatan maksimum hingga kami untuk menuju puncak
perlu 2:20 menit saja, itu pun kami sempet beberapa kali mengambil photo
Mt. mahameru.
Setelah tiba dipuncak kami bersalaman tanda ucapan selamat, disini
dipuncak mahameru ternyata sudah ada 5 pendaki yg dari pagi sudah
dipuncak, mereka menunggu temannya yg belum juga sampai.
kami tak mau berlama-lama dipuncak mahameru dan setelah 3 kali kawah
Jonggring seloko mengenduskan wedus gembelnya disertai dengan hujan
pasir dan suara gemuruh kawah jam 9:00 pagi kami memutuskan untuk turun.
***
Perjalanan turun yg berdebu, membuat kami harus mengatur jarak yg
lumayan jauh, kurang dari 40 menit kami sudah tiba di arcopodo. kami
mulai berkemas dan menyempatkan sarapan pagi untuk melanjutkan
perjalanan menuju Ranu kumbolo. kali ini kami hanya berdua, sementara 5
pendaki yg mengikuti kami ternyata sudah turun duluan.
Perjalanan menuju ranu kumbolo lumayan santai, kami tak lagi dibebani
oleh 5 pendaki, berkali-kali kami harus mengatur jarak seperti harapan
kami di cemoro kandang kami beristirahat sejenak untuk mencari buah
cipluk-an lagi.
setelah lebih dari 3 jam perjalanan. akhirnya kami tiba ranu kumbolo
kami berharap akan menginap satu malam disini baru keesokan harinya kami
melanjutkan perjalanan turun ke desa ranupane.
Di ranu kumbolo, sore hari kami memasak. ikan asin yg tersisa kami
goreng plus goreng kerupuk.. walah, serasa dirumah..
aku sempatkan untuk memancing tapi tak dapat ikan. ketika malam tiba
kami ngobrol sebentar sementara dinginnya danau ranu kumbolo mulai
membuat tangan sedikit menggigil. tengah malam suhu udara mencapai titik
Nol dejarat beberapa butiran es tampak terlihat.
tak terasa karena dinginnya malam matahari pagipun telah tiba, kami
mulai memasak sisa makanan kami dan berkemas untuk melanjutkan
perjalanan. Jam 8:00 pagi kami berangkat, kali ini kami ketemu 4 orang
yg 2 orang dari mojokerto dan yg 2 orang lagi berasal dari surabaya.
seperti biasanya, kicauan burung-burung dan pemandangan indahnya gunung
mahameru dengan wedus gembelnya mengiringi perjalanan kami. tak terasa
menjelang siang hari akhirnya kami tiba di Desa Ranu pane lagi.
aku juga sempat menanyakan apakah ada 5 pendaki dari Jakarta yg turun ke
petugas TN Bromo tengger semeru dan ternyata ada, sukurlah mereka turun
dengan selamat.
sore hari kami tiba di Arjo sari dan setelah tanya beberapa loket Bus
untuk tujuan Jakarta dan ternyata semua bus sudah berangkat, aku
memutuskan untuk mampir kerumah Yudha di Lawang. lumayan aku bisa mandi
dulu dan setelah maghrib yudha mengantar aku ke Pasar Lawang untuk
melanjutkan perjalanan ke terminal purabaya-Surabaya.
di ps. lawang kami berpisah, pesan Yudha "jangan kapok ya, trekking
bareng aku", aku pun membalasnya dengan " Aku berharap kita bisa
Trekking bareng lagi" (kun lun).
kunlun
Mahameru 02 - 05 agustus 2002
-Aris di Tiga Raksa-Tangerang
-Yudha di Lawang-Malang.
"""""""" feels the street's dusty on your face,verry cold on the night on your handand warm sun on your foot"""""""
Mount Semeru is a part of Many Volcano in Indonesia
2 comments: