Tuesday, 12 July 2005

Sufi dan Pawang Hujan

Dalam setiap perjalanan, kita akan menemukan banyak kisah2x menarik,
Diantara nya kelucuan dan keanehan di wilayah yg sebelumnya Tak pernah
kita kunjungi.

Tentu yg paling menarik bagi saya dalam setiap perjalanan adalah Kearifan dan kebaikan orang2x yg baru saja kita temui.



Pernah dengar cerita lucu atau membuat anda tertawa terbahak2x dari Cerita penduduk di pedalaman?



Pak Komar di Taman jaya pernah cerita betapa paniknya ketika Orang desa
pergi ke Kota, dan masuk ke dalam Lift, bgitu lift bergerak, Dia
panik.. Begitu lift tertutup dia panik dimana jalan keluar nya?



Kemarin saya agak lucu!

Dalam sebuah hajatan kampung, Organ Tunggal mulai di mainkan, dan Tiba2x saja hujan deras datang.



Si punya hajat menelpon si pawang hujan "pak, kumaha iye, jampe nya
ayak Nu kurang atawa maneh kalah ngilmu,  hujan yeuh di diedie"

Komplain kenapa hujan, karena untuk hajatan, sudah menjadi biasa Si
punya hajat menyewa "pawang Hujan", tujuannya biar nggak hujan.



Pawang Hujan, ada banyak cara dilakukan oleh paranormal pemindah hujan
ini, Di sumsel, mereka memasak anak batu.  Kalau airnya habis,
katanya hujan Akan turun, tapi kalau di kontrol masak batu -nya, hujan
tidak akan turun.



Di banten dsk, ada banyak macam juga, dari membakar cabai gunung sampai Ke mengubur katak.



Ketika Hujan tetap turun, karena kehendak alam.  Katak jadi matim hujan tetap Datang.



Alasanya paranormal pun gampang " ma'af, kalah ilmu sama kampung sebelah yg Juga punya hajat".



Sufi?  Kisah sufi yg saya suka ada banyak, termasuk karya De mello ini,



Setidaknya bikin tersenyum2x dan sedikit berpikir ulang tentang sebuah Pemahaman yg terkadang fanatis.



Salam

ARIS





GEMBALA SUKA SEGALA CUACA

 

Orang bepergian: "Akan seperti apa cuaca hari ini?"

 

Gembala: "Cuaca yang saya sukai."

 

"Bagaimana engkau tahu cuaca akan seperti yang kausukai? "

 

"Tuan, karena saya sudah mengalami bahwa saya  tidak  selalu
memperoleh  yang  saya  inginkan,  saya  sudah
belajar untuk selalu menyukai yang saya dapatkan. Maka  saya 
yakin  bahwa cuaca hari ini akan seperti yang saya sukai."

 

Kegembraan  dan  tidak adanya kegembiraan terletak pada cara

kita  menghadapi  kejadian-kejadian,  tidak   pada   hakikat

kejadian-kejadian itu sendiri.

 

                    
(DOA SANG KATAK 2, Anthony de Mello SJ,

                       
Penerbit Kanisius, Cetakan 12, 1990)

 

1 comment: