Monday, 5 March 2007

Kangen Rinjani Trekking,

Sepanjang perjananan anda pasti akan menemukan "keanekaragaman hayati"
sebagai kekayaan alam. Lindungilah ia sebagaimana anda menyayangi diri
anda sendiri.Bunyi penutup brosur cantik, Ber subject "bersahabat dengan
Alam" hasil kerjasama TNGR-NZODA.

Tak hujan lebih dari 7 bulan di lombok, jalur pendakian sembalun lawang
tampak kering, air disungai mulai menghilang dan padang sabana yg luas
nampak menguning dan sebagian areal sabana sedikit menghitam bekas
terbakar entah terbakar oleh teriknya matahari atau karena ulah
manusia!?. Tapi setidaknya padang rumput selalu berusaha untuk tumbuh
setelah terbakar. Jalur trekking yg berdebu menjadi bagian yg sulit
untuk dilupakan.

Sepanjang perjalanan, pendaki lokal dan pendaki bule mendominasi
jalur-jalur trekking. Pendaki lokal umumnya hanya untuk pergi memancing
didanau atau berendam di hot spring water (mata air panas).

***

Porters di rinjani

Ingat porters ingat sama nama Tenzing Vorgay, ia adalah orang
serpha.orang yg pertama kali mencapai puncak everest bersama Edmund
Hillary,walaupun nama Hillary lebih terkenal ketimbang Porternya
(Tenzing Vorgay).

Di Indonesia, Dayak people pernah dipilih sebagai porters dalam expedisi
ke puncak cartensz pyramid, cerita lucu yg saya masih ingat adalah
Porters ingin membawa Salju pulang ke kalimantan.

Bertariff rata-rata Rp. 40.000 / orang / hari, Rinjani trekking ternyata
memiliki 300 orang porters. Rinjani adalah Gunung yg paling banyak
didaki oleh orang-orang yg menurut porter kebanyakan berasal dari
jerman,francis, austria, Inggris dan beberapa negara di eropa dan tentu
membutuhkan banyak porters. pendaki asal eropa umumnya menggunakan
porters. Berbekal sebatang bambu, daypack kecil, kain sarung, ketel,
pisau plus sendal jepit itulah perlengkapan sederhana porter.Porters tak
hanya membawa barang-barang milik pendaki tapi porter dirinjani pun
pandai memasak dan sedikit fasih berbahasa inggris.

***

Leave only for footprints adalah semboyan lama bagi para pendaki, tapi
kini semboyan lama itu mulai akan terkubur, ketika Pos-pos pendakian ke
gunung rinjani mulai di sediakannya tong sampah dan sanitasi gantung
(jamban). Ini mulai terlihat ketika sampai di pos 2 trekking sebelum
masuk yg namanya jalur penderitaan yg panjang. Sedikit melelahkan!?.

Rasa lelah sirna begitu saja, ketika tiba diplawangan, gumpulan awan
putih yg tebal seakan ingin tidur-tiduran diatasnya dan dikejauhan
nampak jelas gunung agung menampilkan pemandangan yg menakjubkan.
Menikmati indahnya alam di puncak rinjani memiliki kenikmatan
tersendiri, bersantai di danau segara anak sambil memancing membuat rasa
lelah dan kaki yg terasa sakit mulai perlahan-lahan mereda.Bersantai
sambil makan sore plus ikan karper bakar bikinan porter..

Hmm.

melewati tebing terjal ditengah pepohonan cemara dalam Perjalanan turun
menuju ke plawangan 1 yg indah dan padang sabana yg luas plus ladang
edelweis sebelum masuk hutan, teriknya matahari sedikit menyengat kulit.

***

Seperti biasanya, ketika melintasi hutan tropis yg alami menuju desa
senaru. nyanyian suara alam, kicauan burung-burung dan kadang kala
beberapa monyet sedang asik bergelayutan di pohon - pohon tinggi menjadi
penyejuk hati dalam perjalanan turun ke desa senaru. didalam hutan
senaru yg panjang, aku sendirian berjalan kang hendri bersama porter
sudah duluan turun, sementara teman yg lainnya masih tertinggal jauh
dibelakang.

kulihat seekor monyek yg dengan santainya memakan pisang, Ah, mungkin
pemberian si cewek-cewek bule yg akan mendaki tadi.kok aku kepengen
pisang ya...,akhirnya sampai juga di desa senaru.

Rinjani trekking menjadikan pengalaman yg menakjubkan.

***

Waktu kunjungan terbaik disarankan bulan juni-agustus, dimana dalam
bulan-bulan ini cuaca nampak cerah dan dipuncak rinjani dipagi hari
angin bertiup sepoy-sepoy dan hamparan kabut putih tampak terdiam.

"Feel the wind on your face and the warm sun on your hand"

No comments:

Post a Comment