Friday, 9 February 2007

Kepengen Mandi di Danau Gunung Tujuh

aku harus menemukan tempatku didunia ini, aku telah menemukan apa yg
belum pernah aku temukan, danau.

danau dipegunungan adalah nyata. ingin rasanya membagi tempat ini ke
beberapa teman. dan aku pun harus kembali ke kota .. (cerita lama yg
pernah aku tulis).

Pagi yg indah, matahari menampakkan cahaya, ledekan iseng.. Untuk ngajak
erwin, a'a Yadi untuk naik kekerinci lagi.. Terus pergi ke wartel, jadi
kenalan sama anak-anak dari padang yg baru saja mau berangkat trekking
ke kerinci, membuat aku dapet sedikit info ttg jalur gunung yg ada di
bukit tinggi. Mt. Tandike, mt. Singgalang dan Mt. Merapi..

Dikejar dengan schedulling, Perjalanan kali ini, sesuai planning kami
adalah mengunjungi danau gunung tujuh, Danau yg disebut - sebut sebagai
danau tertinggi di asia tenggara, Yg berada di ketinggian 1996 mdpl
(kalau tidak salah).. Punya luas.... (belum punya data euy).

Danau gunung tujuh, yg masuk dalam kawasan Taman nasional kerinci
seblat, menurut informasi.. Sebenarnya di sekitar danau ini, kita bisa
menjumpai beberapa jenis satwa, burung, dll.. Tentu tak ketinggalan
wangi bau hutan tropis yg lebat.

Perjalanan kali ini, aku sedikit mengandalkan ego! Begitu mendengar kata
danau, yg ada dibenakku adalah mandi di danau, apalagi danau tertinggi
di asia tenggara. Tampa memperdulikan bugulu, aku ama bayu, mencoba
ngebut dikit.. Setelah beberapa kali bingung, melihat jalur yg mesti
lewat perkebunan penduduk.

Ketemu sama bambang dan refi yg berasal dari jambi, kami kenalan dulu..
Dan aku sama bayu tampa pikir panjang, berjalan secepat mungkin untuk
bisa sampai ke danau.

Setelah melewati beberapa bukit menempuh perjalanan 1 1/2 jam, akhirnya
danau yg dijanjikan terlihat. Wow, danau yg indah, setelah lihat sana -
sini, ternyata ditepian danau, nyampe juga deh.. Ke danau gunung tujuh.
Sepanjang jalur yg dilewati, ternyata kawasan ini.. Tak bisa lari dari
ceceran sampah plastik, termasuk di tepian danau yg biasa digunakan
untuk mendirikan tenda pun (seharusnya nggak boleh), banyak dijumpai sampah.

Niat pengen mandi, tak bisa ditahan lagi, nyoba ngintip air terjun yg
curam.. Dan Akhirnya, bugulu ikutan nyampe juga di danau barengan dengan
ika, opung dan joko (yg ce- juga lho). Sebuah sampan terlihat di
kejauhan, sampan yg digunakan untuk mencari ikan didanau, katanya bisa
ditumpangi untuk mencapai pantainya yg berpasir putih.

Aku dan bayu mencoba menghitung, apakah gunungnya emang ada tujuh?
Ternyata, mungkin tebakan kami salah... Gunungnya lebih dari tujuh..
Atau mungkin kalau dari kejauhan emang ada tujuh.

Menjelang sore, ah.. Kami harus memutuskan untuk turun dari danau, kali
ini.. Baru yg namanya jalan bareng dengan buguru. Sementara temen-temen
lain udah duluan, sementara yg lainnya masih ketinggalan di belakang,
aku dan buguru berjalan pelan menuruni tebing yg lumayan.. Kali ini
harus bersabar..buguru yg diam, akupun memilih diam.. Walaupun sesekali
agak bawel dikit.

Ketika melewati rawa gambut, aku bilang.. "bu, lepas sendal.. Ini rawa
gambut, entar sendalmu ilang".. Ketika lewat rawa, kaki kanan bugulu ke
jeblos.. Bugulu panik...dan, aku Bilang, makanya.. Injek-injek dulu..
Jangan asal jalan aja...

Kaki bugulu yg berlumpur, aku ledekin.. "bu, dikaki mu ada lintah tuh"..
Bugulu panik sambil manja, takut ama lintah.. Aku Cuma bilang.. Nggak
usah takut ama lintah, dia Cuma pengen sedikit darahmu kok.., itu juga
kalau si lintah ada kesempatan...hehehe

Melewati jalan berkerikil mendekat pos Danau gunung tujuh yg bekas
terbakar, sementara hari mulai malam, awan mulai menghitam... Hujan
terlihat akan turun.. Akhirnya, aku dan bugulu sampai juga di warung
tempat temen-temen Menunggu, sementara 4 cewek carlie angel dan bang
Tigor, belum juga Sampai.. Akhirnya.. Dengan menggunakan peralatan
Hunting.. Kami semua berkumpul di warung... Naik ojek Rp.2000 / per 2
orang... Ngumpul lagi deh di Plompek.

Diplompek, kami bingung dengan angkutan umum yg ternyata sudah tidak
ada, Sementara hari mulai malam. Saya mencoba mendekati penduduk sekitar
yg sedang ngobrol untuk membantu mencarikan angkutan sewaan.. Akhirnya,
setelah lewat obrolan santai.. Dan coletahan bang Tigor yg bikin pening
Pak tua, karena salah menunjukkan arah. telah suka rela membantu kami..
Mobil sejenis L300 pun, akhirnya senang mengantar kami ke Kayu aro
dengan bayaran Rp. 40.000 Terima kasih pak sopir....... " kalau jalan
kaki kan.. Wah, mesti menempuh berapa Kilometer dari plompek ke kayu aro ?".

Menjelang malam, kami semua ngumpul lagi di home stay pak subandi, makan
malam telah siap. kali ini aku makan lahap, Maklum.. Ngeliat ikan goreng
plus sambal... Langsung nyomot 2 potong.

Abis, lanjut.. Ke laporan perjalanan Mt.Merapi..

Special thanks.

- Allah Swt.

- Bambang dan Refi yg menunjukkan jalan ke danau gunung tujuh,

buat bayu, masih kepengen no telp gadis penghuni danau gunung tujuh

yg sedang mandi ..hehehe

- Pak tua, yg telah membantu kami... (nggak tau namanya euy).


--
indobackpacker.com
backpacking.indobackpacker.com
forum.indobackpacker.com


1 comment: