Wednesday, 22 June 2005

Soe Hok Gie : paradoks dan... Perubahan !?


Nulis iseng...nih!



"Kami jelaskan apa sebenarnya tujuan kami. Kami katakan bahwa kami
adalah manusia-manusia yang tidak percaya pada slogan. Patriotisme
tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi dan slogan-slogan. Seseorang hanya
dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal obyeknya. Dan
mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal
Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat
dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat. Karena
itulah kami naik gunung." soe hok gie



Beberapa minggu ini, sosok Soe Hok Gie, ramai jadi sorotan?

Pemutaran film nya pun akan segera di mulai. Saya belum interesting Untuk nonton filem ini.



Ada apa dengan Gie?

Salah satu motoris penggerak berdirinya mapala ui ini?



Dalam pengamatan saya, dunia pencinta alaman yg semakin hari semakin
Menjamur, mungkin sudah semakin jauh dari harapan seorang Gie.

Yg tewas di Puncak mahameru 16 desember 1969 karena menghirup gas Beracun.



Hampir semua gunung di jawa penuh dengan coretan tangan manis, milik
Mereka yg mencintai alam.  Kecuali semeru kali ya?  Atau
mungkin Karena di semeru tak ada tempat untuk menumpahkan tinta atau
baretan Belati untuk sebuah slogan atau nama!



Bukunya, yg tak pernah saya punya.. "catatan seorang demontran",
mengingatkan Saya pada acara paling heboh bulan mei 1998 sampai Ke
tragedi semanggi yg sampai sekarang tak jelas mau diapakan.  

Ini waktu lagi seneng2x nya jadi Demontrans.. Dan ..hehehe!

Terkadang menjadi demontrans itu menyenang kan. Kadang sangat kesal,
bukan Karena kesal sama aparat yg main pukul, tapi kesal karena
tuntutan Tak terpenuhi.  Walaupun kadang harus berpikir ulang.
Untuk apa berdemontrasi Kalau akhirnya nanti, toh...harapan tinggal
harapan.



Well.. Apakah semua demontrans itu menjadi militan?  Jawaban tidak
selalu benar, Malah demontrans menjadi militan ketika turun ke jalan,
dan menjadi koruptor Ketika dapat jabatan tempat basah.



Semua itu berubah karena sang paradoks, paradoks waktu terkadang
mengubah Orang menjadi sangat militan, atau sebaliknya mengubah orang
menjadi sangat Sombong dan rakus akan kekuasaan..  Entah.



Tapi, sosok Gie yg menyukai perubahan di tayangkan dalam Iklan Kompas,
Dengan tema kecil "perubahan".  Lalu perubahan kemana?  



ARIS

Ultah Jakarta, penuh dengan foya2x dan goyang2x, kalau saja uangnya untuk dana busung lapar!?






1 comment: